FireStats error : FireStats: Unknown commit strategy

Waralaba Fair 2011

Central Java Waralaba Fair 2011 akan digelar di Graha Solo Raya 4-6 Februari mendatang. Pameran akan menampilkan usaha usaha waralaba dari berbagai sektor antara lain makanan, minuman, retail, jasa (pendidikan, loundry, optic, otomotif, salon, transportasi ), agribisnis. Pameran ini diharapkan dapat membangkitkan kewirausahaan, mengembangkan usaha mikro kecil menengah, menciptakan usaha usaha baru, menyerap tenaga kerja, turut serta membangun perekonomian Jawa Tengah. Pameran akan dilengkapi dengan seminar ” Kiat Memilih Usaha Waralaba” dan ” Bagaimana Mewaralabakan Usaha ” serta biro konsultasi usaha UMKM. Bagi yang sudah mempunyai usaha dan akan mengikuti pameran fasilitas yang akan didapat :

  • Ruang pamer utama partisi alumunium.
  • Lisplang (Facia) dengan nomor dan nama perusahaan peserta.
  • Alas karpet, satu meja standart dan dua kursi.
  • Daya listrik 450 watt/2 ampere.
  • Ruang ber AC dan sound system

Untuk keterangan lebih lanjut terkait keikutsertaan menghubungi Sekretariat Kadin Jateng di Jl. Imam Bonjol 160 Semarang telpon 024-3561464 atau wilayah Surakarta dengan Kadin Surakarta Jl. Hasanudin 114-A Solo telpon 0271-716765.



Ekonomi Jateng 2011 Stabil

Kondisi ekonomi yang relative stabil di Jawa Tengah diperkirakan menjadi pendorong konsumsi rumah tangga di tahun 2010. Pemulihan dampak krisis yang berjalan lancar, membaiknya iklim perekonomian serta penguatan permintaan pada tahun 2010 ini menjadi factor penting yang menyebabkan peningkatan investasi di Jawa Tengah. Sehingga konsumsi rumah tangga, investasi serta ekspor diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi penggunaan di tahun 2011 mendatang. Bank Indonesia Semarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jateng tahun 2011 berkisar 5,8 – 6,1%. Hal inidisebabkan di tahun 2011 terdapat proyek infrastruktur seperti tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen, pembangunan waduk Jatibarang, pembangunan polder Kalibanger, pembangunan pabrik gula di Blora, pabrik semen di Rembang, Pembangkit listrik panas bumi di Ungaran, perluasan PLTU Geodipa di Dieng Wonosobo. Selain itu terdapat tantangan diantaranya adalah ancaman ketidak pastian ekonomi global khususnya krisis di beberapa Negara Eropa yang dapat mengancap permintaan ekspor luar negeri. Selain itu masih adanya potensi kenaikan harga komoditas di tingkat internasional serta adanya kemungkinan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan juga menjadi factor pemicu inflasi di 2011. Faktor lain yang menjadi perhatian adalah makin derasnya impor dari China sebagai konsekuansi perdagangan global.



« Previous PageNext Page »