Sejarah Singkat AL Barokah

July 20, 2010  |  Author: mustofa

Sebuah Renungan……… ?

Bahwa keserakahan manusia melalui sistem manajemen dan tehnologinya yang eksploitatif, telah mengakibatkan rusaknya keseimbangan alam yang berdampak secara multi dimensional dalam kehidupan sosial umat manusia dan kaum tani sebagai suatu kelompok masyarakat yang bergumul langsung dengan alam telah menjadi korbannya, sehinnga hidupnya dalam suasana penderitaan yang berkepanjangan. Dalam peradaban moderen yang terus berkembang ini, kaum tani dihadapkan  dengan permasalahan struktural yaitu sistem sosial yang semakin menindas dan alam yang sudah tidak bersahabat. Oleh karena itu, untuk membebaskan diri dari belenggu permasalahan tersebut dibutuhkan perjuangan yang panjang dan tak kenal lelah dari kaum tani, baik secara ekonomi,sosial politik maupun budaya.

Kemudian  dari pada itu untuk mendukung  langkah-langkah perjuangan yang akan diselenggarakan perlu disusun suatu strategi perjuangan kaum tani sehinnga tujuan-tujuan yang diinginkannya bisa tercapai, yaitu :

  1. 1. Terwujudnya kesetaraan hak,akses dan kontrol terhadap pemerataan    pembagian kerja sehingga mengarah kepada dihapuskannya pemerasan terhadap kaum tani.
  2. Terwujudnya kesadaran akan harkat dan martabat pada diri petani sendiri sehingga petani mampu merumuskan tujuan-tujuannya, untuk menghadapi segala kemungkinan  ancaman yang terjadi.
  3. 3. Terwujudnya kegiatan produksi (padi organic) yang mampu mencukupi kebutuhan  anggota  dan tidak merusak lingkungan.
  4. 4. Trewujudnya kemampuan dan dalam merumuskan persoalan-persoalan yang dihadapi serta mengupayakan pemecahannya.
  5. 5. Terwujudnya kedaulatan dan kemandirian petani atas pangan

maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk menggalang  dan memupuk persaudaraan diantara kaum tani melalui organisasi yang dibentuk sebagai wahana untuk merancang melaksanakan dan merefleksikan program-program aksi bersama. Atas dasar hal-hal tersebut maka para petani yang tergabung dalam Kelompok-Kelompok Tani bertekad mendirikan Paguyuban Petani Al-Barokah Kab. Semarang

Dewasa ini pertanian organik semakin populer. Hal ini disebabkan dampak dari sistem pertanian modern atau sistem pertanian kimiawi yang tidak dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Sejak dicanangkannya gerakan Revolusi Hijau pada tahun 70 an, system pertanian kimiawi berkembang dengan pesat, yaitu sejak ditemukannya varietas unggul yang berpotensi meningkatkan hasil, namun harus dibarengi dengan  biaya produksi yang tinggi pula. Seperti penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan dosis tingi.

Keberhasilan penyuluhan progran teknologi ini, dimulai dari Bimas, Inmas, Insus sampai supra Insus, hal ini menyebabkan petani bersifat minded, kondisi ini mendorong konsumsi pupuk kimia ( 1975 – 1987 ) terus meningkat. Peningkatan penggunaan pupuk selama 12 tahun ini rata-rata hampir lima kali lipat , Sedangkan produksi padi dan non padi hanya terjadi kenaikan sekitar 50% (kompas 89), hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kimia makin lama semakin tidak efisien, karena tidak sebanding dengan kenaikan hasil panen. Selain itu penggunaan pupuk kimia setiap musim tanam harus ditambah volumenya, kalau tidak tanaman tidak akan subur (pemanjaan tanaman) yang merusak tanah (bantat).

Tanah-tanah dengan kandungan bahan organic rendah akan memiliki kapasitas penyangga yang rendah pula, dan sebagai akibatnya sebagian pupuk yang diberikan hilang tercuci. Terbukti dampak penggunaan pupuk kimia yang berkepanjangan dalam dosis tinggi disamping merusak lingkungan adalah kondisi kesehatan manusia tidak terkontrol, menimbulkan bermacam-macam penyakit karena banyak mengkonsumsi makanan yang berkadar kimia tinggi.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut maka mulai dikembangkan system pertanian organik. Teknologi ini mengembalikan kesuburan kondisi fisik tanah, dan lingkungan biologi, Betapa hebatnya kekuatan Revolusi Hijau dan Revolusi Biologi, sehingga memporak porandakan sistem lingkungan, sosial, teknologi, serta benih budidaya lokal yang kita miliki hilang. Kenyataan inilah yang harus segera kita kembalikkan. Mimpi ini harus kita bangun dengan tetesan keringat dan bahkan dengan cucuran air mata.


SEKILAS TENTANG AL- BAROKAH

Paguyuban Petani Al-Barokah merupakan sebuah organisasi masyarakat pedesaan yang berbasis pada pertanian dimana salah satu unggulannya adalah pertanian padi / beras organic

Al-Barokah didirikan pada 16 September 1999 oleh para petani penggarap di Desa Ketapang, Kec. Susukan Kab, Semarang, Organisasi ini telah berbadan hokum dengan akta notaries Muhammad Fauzan, SH Salatiga tanggal 14 September 2004  nomor 24. Sebagai embrio klaster terdapat 286 petani (220 laki-laki, 66 perempuan) yang menyebar di 2 Kecamatan (Susukan dan Kaliwungu) sampai saat ini telah menyebar di beberapa kecamatan se Kab. Semarang, dengan luas lahan 63 ha, dan dalam perjalanaanya akan bertambah meluas se provinsi Jawa Tengah.

Organisasi ini dijalankan secara demokratis. Yang diawali dengan Strategig Planning untuk menghasilkan master plan organisasi. Pada setiap tahun diadakan RUBANI (Rapat Umum Anggota Paguyuban Petani) untuk pemilihan kepemimpinan dan penyusunan program tahunan. Kepengurusan organisasi petani ini terdiri dari Dewan Pleno Paguyuban (sebagai legeslatif) dan Ketua pelaksana paguyuban (sebagai exsekutif). Dewan pleno dipilih secara mufakat melalui RUBANI, dan Ketua pelaksana dipilih secara langsung oleh anggota (petani penggarap) melalui pemilu paguyuban dengan masa jabatan 4 tahun.

Sebagai organisasi akar rumput di komunitas, organisasi ini menitik beratkan pada sector ekonomi anggotanya. Wadah yang digunakan dalam menjalankan usaha-usaha ekonomi kerakyatannya adalah  lembaga ekonomi petani yaitu dalam bentuk Koperasi Serba Usaha Gardu Tani Al-Barokah, dan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) yang telah berbadan hukum oleh Diperindakkop pada tanggal 15 November 2002 nomor 267/BH/KOK. II. 1/188. 4/XI/2003. Untuk mewujudkan cita-cita pemberdayaan ekonomi petani penggarap kedepan Al-Barokah bermitra dengan 35 paguyuban petani lainnya sejawa tengah dalam wadah Serikat Paguyuban Petani Qoryah Thayyibah (SPPQT).

VISI

Visi organisasi adalah

membentuk masyarakat tani yang kuat, mandiri adil dan sejahtera yang mampu mengelola sumberdaya alam, dengan menjaga kelestarian lingkungan serta memperhatikan kesetaraan dan kebersamaan antara laki-laki dan perempuan.

MISI

  1. Membangun kesadaran kolektif petani ( laki-laki dan perempuan) untuk mengelola dan menentukan pengelolaan sumber dayanya,dengan kesadaran untuk mengubah perilaku dan system kehidpan yang lebih bijak
  2. Membangun organisasi yang kuat sebagai wadah perjuangan ekonomi  petani.
  3. Mengembangkan system informasi yang berbasis petani dan jaringan kerja dengan fihak-fihak lain yang memiliki kesamaan visi dan misi.
  4. Mengembangkan pertanian organic terpadu sebagai alat perjuangan gerakan tani yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat dalam rangka memperkuat perekonomian petani berbasis keadilan dan kelestarian serta mampu menguasai dan mengembangkan tehnologi petani dan menjunjung tinggi kearifan lokal serta kelestarian lingkungan.
  5. Mendesakkan perubahan kebijakan-kebijakan berkaitan dengan penguasaan dan pemanfaatan benih, tanah, air, udara, dan harga dasar hasil pertanian, agar berpihak pada petani.
  6. Menguatkan Organisasi gerakan tani yang efektif untuk mewujudkan visi dan misi gerakan pemberdayaan petani.

TUJUAN STRATEGIS
  • Meningkatnya kapasitas dan kinerja gerakan tani yang efektif dalam mewujudkan tujuan bersama sesuai visi yang telah ditetapkan.
  • Menguatnya serta berkembangnya pengorganisasian petani  menuju gerakan  tani yang kuat dan mandiri.
  • Disikapinya penerapan corporate farming yang mengancam terampasnya hak-hak akses dan kontrol petani terhadap sumberdaya agraria untuk budidaya dilahanya sendiri dan mengupayakan system pertanian ramah lingkungan (organic)  yang berkeadilan, berpihak pada kepentingan petani.
  • Berkembangnya system informasi dan komunikasi yang berbasis gerakan tani agar seluruh elemen gerakan termediasi dan bekerja secara kebersamaan dan  terpadu.
    • Tersedianya pemimipn organisasi tani yang mampu menggerakkan dan mendampingi organisasi tani yang berkualitas.
    • Berkembangnya pertanian organic terpadu ( Intergrated Organik farming/IOF) melalui kegiatan pertanian berkelanjutan (suitable agriculture) demi terwujudnya petani yang tangguh (suitable farmers).
    • Berfungsinya Lembaga ekonomi Petani yang berbentuk KSU – LKMA Gardu Tani untuk mendukung implementasi pertanian organic.
    • Menguatnya organisasi paguyuban petani sebagai organisasi gerakan tani yang maju.
    • Tersedianya analisis data informasi (data base), sebagai media informasi, komunikasi dan advokasi kebijakan dalam penataan alat produksi pertanian (tanah, air, udara).
    • Tersedianya media komunikasi petani yang layak sebagai pelayanan serta penyadaran publik.
    • Terpenuhinya sarana dan prasarana organisasi dan gerakan pertanian organic  yang memadai

TUJUAN OPERASIONAL

PROGRAM UTAMA

  • Pengembangan SDM
  • Tehnologi Pertanian Organik (IOF)
  • Saprodi
  • Usaha ekinomi kerakyatan
  • Pemuda Usaha dan Pemberdayaan Perempuan
  • Advokasi kebijakan
  • Pendidikan anak petani
  • Penguatan lumbung masyarakat

Pengembangan SDM

  • Peningkatan Capacity Bulding bagi para petani anggota dengan melalui training-training Tehnologi pertanian organic (IOF), kepemimpinan, Ansos (PRA dan PAR), Administrasi keuangan, Gender, dikpol, dan Kewira usahaan
  • Pengorganisasian kelompok yang kuat melalui strategi plaing, penguatan statute organisasi, pemilu Rapat umum anggota Petani, Pertemuan rutin dan audit.
  • Pengembangan kesadaran aktif dari oleh dan bersama petani dalam proses pembelajaran tehnologi pertanian yang ramah lingkungan.

Tehnologi Pertanian Organik

  • Penerapan IOF (Intregatet Organik Farming)
  • Pemeliharaan ternak sebagai penghasil pupuk organik
  • Pembuatan pupuk organic (lumbung pupuk organic)
  • Pembuatan Pestisida Alami (agensi hayati)
  • Biogas Degister
  • Ekologi tanah
  • Pengolahan paska panen
  • Strategi Pemasaran hasil pertanian

Saprodi

  • Penyediaan pupuk organik dan pestisida alami kepada anggota (system lumbung)
  • Pengadaan benih padi kepada anggota (sistem lumbung)
  • Pengolahan (penggilingan) gabah s/d packing hasil pertanian beras organic oleh dan dari anggota
  • Pengadaan sarpras seperti traktor, alat angkut, dan laborat sederhana
  • Penyediaan tangki semprot dan pedal trayser

Usaha Ekonomi Kerakyatan

  • Mendirikan lembaga ekonomi kerakyatan dalam bentuk Koperasi (KSU Gardu Tani Al-Barokah) dan LKM-Agribisnis
  • Menyediakan kebutuhan anggota untuk berwirausaha (petani/home industri)
  • Upaya pemupukan modal usaha anggota koperasi melalui pinjaman kepada koperasi dan atau lembaga lain
  • Upaya menampung hasil pertanian / usaha anggota yang dipasarkan melalui koperasi Gardu Tani Al-Barokah
  • Mengupayakan informasi peluang pasar untuk memasarkan hasil produksi anggota
  • Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga, promosi, temu usaha, lelang expo agribisnis (pameran-pameran dsb)

Pemuda Usaha dan Pemberdayaan Perempuan

  • Pengorganisasian pemuda wirausaha dalam meningkatkan ekonomi anggota dan mengurangi urbanisasi.
  • Penguatan pemberdayaan perempuan dalam industri rumah tangga, dan  pembuatan beras organik tumbuk dengan melalui usaha simpan pinjam anggota kelompok

Advokasi Kebijakan

  • Organisasi aktif dalam perencanaan pembangunan desa, mengawal masyarakat/anggota / organisasi dalam kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat petani anggota (renstrades,musrenbangdes,musrenbangkec,Musrenbangkab dan musrenbangprop.
  • Sosialisasi perda, perdes, dan peraturan lainnya kepada petani anggota.
  • Mengadakan pendidikan politik kebijakan baik pemerintah maupun non pemerintah.

Pendidikan Anak Petani

  • Mendirikan dan mengelola pendidikan alternative Kejar Paket B dan C kepada putra-putri petani (anggota) yang tidak mampu sekolah di sekolah regular karena ekonomi.
  • Memfokuskan pendidikan lives skill kepada putra-putri petani di kejar paket B dan C, agar kedepan anak mampu mengatasi pola hidupnya sendiri
  • Mengadakan berbagai macam pelatihan dalam upaya CB (Capasity Building) bagi remaja dan anak-anak)
  • Mengelola PKBM Qaryah Thayyibah (Pusat Kebiatan Belajar Masyarakat) yang terdiri dari

Pendidikan Kesetaraan (Kejar Paket B & C)

KBU (Kelompok Belajar Usaha)

KBO (Kelompok Belajar Olahraga)

Kursus-kursus (computer/internet, menjahid, akuntansi)

Kepramukaan

Penguatan Lumbung Masyarakat

Penguatan kembali Lumbung Tani anggota dan masyarakat  yang antara lain

Lumbung Pangan

Lumbung Benih (padi)

Lumbung Pemasaran (organic)

Lumbung Pupuk Organik (padat dan Cair)

Lumbung Pestisida Organik

  • Memfasilitasi kebutuhan pertanian dari oleh dan untuk anggota Paguyuban Petani Al-Barokah khususnya dan masyarakat (petani) luas pada umumnya

Learning Centre

  • Sebagai pusat pembelajaran tehnologi pertanian organic (padi) dengan system paket
    • Pupuk Organik (padat dan cair)
    • Pestisida alami / organik
    • Agensi Hayati
    • Biogas Digester
    • Pengorganisasian
    • Budidaya dan pasca panen

KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN

  1. KEGIATAN FISIK
    1. Intensifikasi Padi (organik)

Sebagai kegiatan pokok Paguyuban Petani Al-Barokah adalah menghasilkan produksi beras baik an organik, semi organik, maupun beras organik  yang merupakan produk unggulanya mengingat permintaan pasar maka upaya ini di pisahkan menjadi 3 (tiga) bagian areal yang berbeda yaitu khusus areal padi organik seluas 14 Ha, lahan semi organik 22,6 Ha dan 9 Ha untuk padi an organik yang menggunakan penerapan pupuk berimbang.

a. Penyediaan benih

Dalam upaya pengadaan benih bagi anggota petani organic yang mengembangkan benih-benih unggul lokal seperti Pandan wangi,Mentik Wangi, dan Beras merah serta varietas unggul local lainnya dengan cara penangkaran sendiri dan petani memasukkan hasil penangkaran di lumbung benih. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan petani yang semi dan an organic organisasi menyediakan benih-benih unggul nasional di dalam lumbung benih organisasi.

b. Pengadaan pupuk

kebutuhan pupuk para petani Al-Barokah menggunakan 2

jenis:

  1. Pupuk Organik
  2. Pupuk Anorganik

Pupuk Organik

Bagi para petani organic, kebutuhan akan pupuk organic telah disediakan dilumbung pupuk oleh organisasi dengan system kolektif, Pemeliharaan ternak di anggota telah diolah secara bersama menjadi pupuk organic (bokasi),pupuk cair, pupuk hijau dan pengembangan bakteri melalui proses fermentasi yang kesemuanya di produksi sendiri oleh organisasi dan petani anggota.

Pupuk Anorganik

Pemakaian pupuk anorganik mulai dikurangi pemakaiannya seperti Urea, SP36, KCL dll, Kemudian dalam penggunaannya para petani yang aplikasinya melalui tahapan semi Organik untuk menuju pada perlakuan organik.

C. Usaha lain

Untuk kegiatan wanita tani selain pembuatan jamur juga usaha di bidang industri tempe, makanan kecil, ayaman bambu, serta konfeksi yang telah dilaksanakan sepanjang hari disamping itu juga sebagai produsen beras organic tumbuk

B. Kegiatan Ekonomi

1. Permodalan

Organisasi tani Al-Barokah telah mempunyai lembaga ekonomi kerakyatan dalam bentuk koperasi Tani (KSU Gardu Tani Al-Barokah dan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) Koperasi ini memberikan bantuan pada anggota melalui usaha –usaha simpan pinjam dan pengadaan sarana produksi. Dalam bentuk pinjaman modal kepada anggota dalam berwira usaha rumah tangga dan pengolahan lahan pertanian organic. Disamping itu koperasi mengusahakan baik hibah atau melalui Pinjaman modal dari lembaga serta instansi lain yang terkait melalui pola bergulir atau revolhing.

  1. Pemasaran produk

Untuk pemasaran produk dilakukan melalui

1. Penjualan langsung kepada pengecer untuk komoditi

beras organic, jamur tiram, kerupuk, makanan kecil, kerajinan bamboo dan sebagainya

2. Kerjasama dengan pihak ketiga khusus untuk beras organic sebagai produk unggulan telah dilakukan mitra kerjasama dengan beberapa distributor di kota-kota besar, PR, CV, dan sector usaha-perdagangan lainnya serta kepada dinas dan istansi lainnya (Supermarket, grosir, dan lain-lain)

Hingga saat ini telah mampu mencukupi sebagian kecil dari kebutuhan dengan mitra kerja sama,

  1. Promusi produk

Upaya promosi produk terus dilakukan baik melalui pameran , bursa / lelang, dengan brosur / profil, melalui media elektronik maupun cetak serta melalui media informasi dan komunikasi lainnya yang dilaksanakan di berbagai kota-kota besar.

  1. Pengembangan usaha

Saat ini hasil usaha oleh petani (beras organic) dan produk lainya telah mampu menembus pasar local maupun non local, dan bahkan dari waktu ke waktu permintaan terus meningkat khususnya beras organic. Untuk itu akan terus dikembangkan produksi melalui kerjasama dengan kelompok tani lain yang sevisi dan semisi.

http://globalbusiness.bloggingzone.info/ View site »