Sekolah GLOBAL Putra putri Petani
July 22, 2010 | Author: mustofaSekapur Sirih
Disaat Kualitas Pendidikan formal kita berada pada ambang titik yang memperihatinkan, salah satu faktor karena ketatnya birokrasi pendidikan, kurikulum yang diseragamkan dan sentralistis, metode pembelajaran yang verbalis, guru yang menempatkan diri sebagai sumber ilmu pengetahuan yang harus mentransfer ke otak siswa, dan ujung-ujungnya sekolah hanya sekedar mencari nilai dan sertifikat sebagai tanda kelulusan, akhirnya segala cara ditempuh demi nilai dan ijasah, dan pada giliran nya alhasil hanya membuahkan generasi yang bingung dan tidak siap menghadapi realitas kehidupan, karena memang tidak disiapkan untuk mandiri. Untuk menjawab keterpurukan pendidikan tersebut maka pendidikan non formal mempunyai peluang yang lebih luas dan lebih fleksibel. Pedidikan dalam kejar paket yang lebih berpola, terarah serta lebih melihat kearifan pada pendidikan komunitas (Community base education ) lebih tepat untuk membangun generasi yang mandiri dan tidak tercerabut dari lingkungannya.
Indonesia sangat ketinggalan dalam pengembangan pendidikan yang bermutu. Kerja-kerja pemerintah selama ini dalam membangun pendidikan justru menempatkan Indonesia pada urutan terbawah dinegara ASEAN. Menurut laporan PBB dalam Human Develotment Report 2005, kwalitas pendidikan Indonesia (Education Index =0,80 ) berada dibawah vietnam, (0,82) atau terendah diantara negara-negara asean lainnya. Terlebih dari penelitiannya Unesco OECD dalam Programe of International student Assessment (PISA), kecakapan membaca anak-anak kita (usia 15 tahun) sangatlah rendah (peringkat 39 dari 41) negara yang diteliti. Hal inilah yang menjadi keprihatinan para pemegang amanat bangsa. Dan apakah semua itu hanya cukup puas dengan linangan air mata ?
Pengelola
Drs. Mustofa
081575390599
PENDAHULUAN
Adalah hal yang cukup mendasar ketika masyarakat Indonesia masih terbelenggu oleh dampak dari krisis ekonomi yang terus berkepanjangan. Berbagai bidang terkena getahnya dan bahkan akan lebih mempertajam kepada krisis moral generasi mendatang. Salah satu contoh bidang pendidikan sebagai soko guru transformasi budaya masyarakat ikut lumpuh, sehingga arus reformasi menjadi semu. Padahal sektor pendidikan merupakan mercusuar bagi pembangunan generasi kedepan. Banyak anak usia sekolah tidak mampu melanjutkan (Drop Out) karena faktor biaya dan tidak mau melanjutkan sekolah disamping system pendidikan yang kurang menjanjikan dimasa depannya. Anggaran di bidang pendidikan dari masa kemasa belum cukup menunjukkkan perubahan yang berarti. Dalam waktu yang tidak lama lagi pendidikan dipastikan akan menghadapi permasalahan yang jauh menyulitkan; berkenaan dengan diberlakukannya Otonomi Daerah (dalam skala local). Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya masih berjalan apa adanya, kurang progresif, kurang demoikratis, serta kurang aplikatif, dan output “nya-pun” masih samar, sehingga sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Hal itu masih dipertajam dengan arus birokrasi (aturan-aturan) pemerintah yang melelahkan
Uraian singkat tentang persoalan pendidikan kontemporer Indonesia di atas, dapat menjelaskan betapa peliknya permasalahan yang harus dihadapi oleh anak didik, pendidik dan orang tua. Salah satu persoalan yang tidak mungkin terelakkan adalah terjadinya arus pengangguran intelektual sebagai akibat selembar ijazah serta minimnya pendidikan moral dan skill. Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, para pengemban amanat pendidikan merasa peduli terhadap kondisi itu, maka dengan segala daya upayanya, menggagas kedepan nasib anak yang tak mampu mendapatkan
pendidikan utamanya “pendidikan dasar” adalah dengan memasukkan materi utamanya dibidang skill, antara lain program computer, internet, bahasa Inggris, ilmu-ilmu eksak serta pendidikan kewirausahaan, meskipun masih dalam skala kecil, namun akan mampu mengangkat potensi warga dan kearifan budaya lokal serta teknologi terkini.
Tindakan-tindakan strategis tersebut diatas, perlu lebih dipertegas lagi. Bagi kami gagasan Kejar Paket B adalah salah satu jalan untuk berbuat sesuatu yang secara terus menerus selalu menyempurnakan sistem serta model-model pendekatan pembelajaran kontekstual dan aplikatif, Dengan senantiasa mencermati berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat serta menerapkan tehnologi pendidikan tepat guna. Dengan harapan warga belajar mampu melanjutakan pendidikan dan atau mampu mengembangkan potensinya secara mandiri lokal. Ada beberapa hal yang terabaikan selama ini dan perlu segera ditindak lanjuti secara serius di sektor pendidikan dari tahun ketahun diantaranya;
- Bagaimana mengitegrasikan potensi yang dimiliki warga dengan sistem pendidikan yang aplikatif ( siap pakai ) sesuai dengan kebutuhan lokal selama ini
- Bagaimana mempercepat proses berfungsinya lembaga penddikan yang berbasis kompetensi menuju terwujudnya warga mampu berkarya nyata secara mandiri
- Bagaimana segera diciptakan sebuah sistem jaringan informasi dan kerja sama antar lembaga pendidikan, lembaga aplikatif yang saling menguntungkan.
Mengingat terbatasnya sumber daya/ sumber dana yang ada, maka setidaknya kami telah berani memulai, tentu saja terlalu kompleks bagi Kejar Paket B untuk membedah sistem pendidikan dewasa ini yang masih serba terpola dan hanya mengandalkan selembar ijazah. Berat bagi kami dalam menangani berbagai isue strategis diatas secara sendirian. Oleh karenanya perlu dilakukan kerja sama sinergis dengan berbagai pihak yang mempunyai kepedulian baik terhadap anak didik, pendidik, dan masyarakat lokal yang bergelut dengan kemiskinan desa terhadap permasalahan diatas.
SEKILAS KEJAR PAKET B “QARYAH THAYYIBAH”
SEJARAH PENDIRIAN
Berdiri tanggal 24 mei 2005 dengan sebuah konsep pembelajaran bersama, dengan menggunakan kurikulum life skiil dan mengangkat kearifan lokal (civil sociaty) di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. KEJAR PAKET B “QARYAH THAYYIBAH” artinya sebuah wadah pembelajaran dari oleh dan untuk warga yang mampu mengangkat kearifan lokal menuju desa yang indah (Qaryah Thayyibah). Gagasan ini berawal dari keenam figur di masyarakat lokal yang muncul dari konsep “keprihatinan“ lokal :
- Sistem kependidikan kini dengan keterpolaanya belum mampu menjawab muatan sains, metode masih serba apa adanya dan output nyapun belum membekali sianak didik dengan skill yang jelas
- Beaya pendidikan yang cukup tinggi, sedang tarap hidup masyarakat bawah masih termaljinalkan, tidak mampu menanggung beaya pendidikan apalagi hampir sebagian besar masyarakat lokal (wali murid) adalah petani buruh lahan sempit
- Sementara amanat pendidikan adalah suatu kewajiban hidup manusia dalam menghadapi perkembangan kehidupan mendatang
- Budaya lokal yang arif yang dimiliki, semakin terkikis oleh arus kemoderenan yang semakin tidak jelas
- Dan bahwa orang miskin-pun berhak untuk pintar
Kondisi inilah yang mendongkrak para „peduli pendidikan“ di lingkungan masyarakat desa mulai bertekat dan mendirikan embrio pembelajaran bersama dari oleh dan untuk warga komunitas.
Harapan kedepan akan menjadi sebuah lembaga pendidikan global yang berbasiskan masyarakat lokal yang melek tehnologi, menjunjung kearifan lokal, berahklakul karimah dan mandiri, sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat putra desa kearah yang lebih baik, indah, dan mulya.
VISI
Terwujudnya lembaga pendidikan alternatif yang mandiri, dan berbasis lokal yang mengutamakan pendidikan budi pekerti dan berketrampilan yang bermutu.
MISI
Menyelenggarakan pendididikan yang bermutu, mengutamakan sains tehnologi informasi dan yang terjangkau untuk masyarakat lokal kurang mampu.
TUJUAN STRATEGIS
- Mencerdaskan dan pemintaran warga petani ditingkat lokal.
- Menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi warga belajar untuk memahami dan menelaah alam dan melaksanakan budi pekerti yang luhur.
- Meningkatkan ketrampilan warga belajar agar memiliki ketrampilan mengakses informasi komunikasi terkini (tehnologi internet), dan memberi peluang kerja warga secara mandiri.
INDIKATOR TUJUAN STRATEGIS
- Terwujudnya warga belajar yang memiliki kepekaan sosial dilingkungan
- Terbentuknya sikap dan prilaku yang mencerminkan nilai-nilai kearifan, keagamaan, kesetaraan, dan berperspektif kelestarian alam.
- Terbentuknya warga belajar melek tehnologi informasi dan komunikasi (internet), memiliki ketrampilan dan keahlian yang siap dipakai untuk menopang hidupnya dimasa depan.
OUT PUT
- Terlaksananya pendidikan warga yang bermutu, murah, trampil dan siap pakai.
- Mampu mengoperasionalkan tehnologi internet sebagai sumber akan akses informasi dan komunikasi, serta melestarikan alam sebagai wujud kearifan lokal.
- Menghasilkan generasi warga belajar yang cerdas, berbudi pekerti, dan mandiri.
KONSEP PEMBELAJARAN
Konsep pembelajaran Kejar Paket B di Qaryah Thayyibah adalah menggunakan metode dan sistem Induktif artinya dari belajar alam dan praktek-praktek warga belajar (berinteraksi sosial) menuju pada teori dan merumuskan konsep dalam bentuk nyata sehingga warga belajar mengadakan kesimpulan dan dijadikan sebagai materi pembelajaran bersama.
Berbasis sosial masyarakat (CIVIL SOCIATY)
Secara prinsip dai oleh dan untuk warga masyarakat artinya berorientasi pada sosial masyarakat yang selalu mengedapankan peran serta warga masyrakat dalam mengelola pendidikan kedepan. Lembaga membuka dan terbuka lebar-lebar kepada masyarakat untuk memberi dukungan, bantuan bahkan kontrol terhadap sistem, mutu dan pola pembelajaran warga yang diberlakukan sesuai dengan perkembangan arus informasi dan komunikasi dan yang senantiasa menjaga, mengelola dan melestarikan budaya kearifan lokal.
Berbasis Tehnologi
Artinya selalu mengedepankan warga belajar menguasai, operasionalisasi tehnologi informasi dan komunikasi (internet). Internet merupakan pustaka digital yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Seiring perkembangan tehnologi maka harapannya sains tehnologi ilmu pengetahuan bisa diperoleh dengan cepat. Akses informasi melalui internet menjadi unggulan warga belajar harapannya warga mampu menguasai tehnologi informasi komunikasi dengan mudah, murah, terjangkau dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Kurikulum lifeskiil
Warga diberi kesempatan mengembangkan minat dan bakatnya sesuai kemampuan yang dimiliki. Anak bisa belajar, mengelola, membangun dan menjaga kelestarian alam yang terpadu dengan sains, ilmu pengetahuandan tehnologi sehingga mampu memiliki ketrampilan dalam kewirausahaan untuk menjawab kehidupan dimasa mendatang dan mandiri.
Metode Induktif
Lembaga ini menjadikan masyrakat dan alam disekitar sebagai (laboratorium) obyek pembelajaran warga. Anak didik diberi kesempatan untuk belajar langsung dengan masyrakat, lingkungan dan alam sekitar diteliti di amati, di analisis terhadap temuan-temuan dan didiskusikan yang akhirnya akan menemukan teori praktis bahkan simpulan dari hasil pembelajaran bersama yang harapannya akan tertanam bahwa dirinya bukan bagian yang terpisah dari masyarakat, lingkungan dan alam sekitarnya.
KURIKILUM
(life skill berbasis kewirausahaan)
Di Kejar Paket B dalam proses pembelajarannya selalu mengedepankan kurikulum berbasis life skiil. Hal yang akan menjadi jawaban atas pendidikan berpola di Indonesia saat ini. Artinya pembelajaran tematik / projeck-projeck oleh warga dengan disesuaikan pada konsep Learning By Doing (artinya warga berkarya tutor sebagaui fasilitator dan segenap warga mengembangkan belajar diskusi bersama, mulai mata pelajaran umum, ilmu-ilmu eksak , bahasa dan ketrampilan yang merupakan soko guru kecakapan dan ketrampilan nyata untuk belajar kedepan.
Bahkan sekolah warga ini lebih mengutamakan pelajaran penelitian alam, penalaran, sains tehnologi dan skiil dengan menambah volume jam belajar.
Life skill Akademisi
- Pendidikan keagamaan
Metode pembelajaran yang aplikatif ilmu teologi islamiyah, meliputi: qiro’ah sab’ah, tartilan, hafalan, praktek Thoharoh, praktek sholat berjamaah, solat sunah dhuha (disaat istirahat), dai (muhadloroh), PHBI, sosial keagamaan bersama masyarakat dan penerapan ahlakul karimah, etika dan estetika.
- Pendidikan kewarganegaraan
Disamping mempelajari ilmu sendi-sendi sosial kemasyarakatan, kenegaraan, juga lebih mengaplikasikan tuntunan moral dalam hidup dimasyarakat, pengembangan sikap kelestarian alam dan kearifan budaya lokal.
- Bahasa
Merupakan soko guru interaksi warga belajar dalam membedah informasi, komunikasi, sains tehnologi dan sosial kemasyarakatan. Sebagai dasar belajar, gramer dan vocab, dengan mengaplikasikan bahasa komunikasi diharapkan siswa mampu berkarya (tulisan) pada setiap aktifitas harian, mengekspose artikel, berpuisi, membuat cerpen dan menulis karya ilmiah dalam beberapa bahasa sehingga perlu adanya tambahan jam belajar (Bhs Inggris),
- Sains
Internet dan alam jadi sumber belajar dan penelitian warga. Dengan Meeping dan transek dialam, warga akan melakukan temuan masalah, lalu dipelajari, didiskusikan, disimpulkan bersama dan dijadikan sebagai teori pembelajaran warga. Metode induktif menjadi pilihan utama dalam peningkatan sains tehnologi dan mutu akademisi.
- Sosial
Alam, lingkungan sosial, agensi hayati dan kearifan budaya masyarakat lokal merupakan sumber pembelajaran warga. Pengamatan, penelitian,, pengelolaan dan terjun langsung di masyarakat merupakan bentuk implementasi belajar warga.
Life skill kecakapan
( penulusuran bakat dan minat ) berbasis kewirausahaan
Sedang dalam penelusuran bakat minat dan kesenangan dalam belajar berkarya disesuaikan dengan kondisi alam dan masyarakat lokal ada beberapa sekmen:
- Seni
Dalam bentuk seni musik (vokal, lagu, instrumen), Seni bela diri (silat, karate, takewondo dll) Seni teatre (dramatik, puisi, sandiwara, dll) Seni tari,, seni lukis, seni kaligrafi, dan seni budaya kearifan lokal lainnya.
- Olah Raga
Atletik dan permainan (sepak bola, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, renang yang harapannya mampu menghasilkan karya dan prestasi nyata.
- Ketrampilan lokal
Menjahit (membuat pola, menjahid/konfeksi dan desain). Anyaman bambu (besek, kukusan, bakul, keranjang, dan anyaman hiasan lainnya)
Elektronik (bel listrik, radio komunitas, dll).
- Peternakan dan Perikanan
Pemijahan dan budidaya ikan lele, ikan hias, dan belut. Pemeliharaan ternak kambing, sapi, kelinci, ayam kampung,
- Pertanian alami (organik)
Kerusakan alam akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berkepanjangan (pupuk kimia dan racun pestisida kimia). Sehingga pertanian yang dikembangkan warga adalah tehnologi pertanian organik yang ramah lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati serta biologi pedesaan, menghasilkan produk makanan sehat. Inilah yang menjadi produk unggulan lokal kami (beras organik). Aplikasi warga belajar adalah pembuatan pupuk organik, pestisida alami, meneliti kondisi unsur kandungan tanah, tanaman, konserfasi lahan dan menjaga serta mengembangkan jenis flora, fauna lokal yang selama ini hampir punah.
Beaya belajar warga
Kejar Paket B Qaryah Thayyibah dalam proses belajar mengajar tidak dipungut beaya, akan tetapi mereka sepakat untuk membayar beaya listrik, internet dan membeli perlengkapan praktek menjahid, pupuk, pemijahan, media penanaman dll. Dalam menentukan besarnya iuran ditentukan oleh wali/ orang tua warga belajar dalam musyawarah orang tua wali yang rutin di adakan setiap 2 bulan sekali.
Status dan lulusan
Status sekolah adalah Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional. Kejar Paket B (setara SMP) sedangkan namanya adalah Kejar Paket B Qaryah Thayyibah. Adapun status kelulusan sama dengan sekolah lainnya keluaran Kejar Paket B Qaryah Thayyibah mempunyai kedudukan yang sama dengan ijasah sekolah sekolah lainnya. Kegunaan ijazah di tingkat lanjutan atas sama dengan sekolah reguler.
FASILITAS
SARANA DAN PRASARANA
- Warga belajar dari keluarga tidak mampu di masyarakat sekitar (anak buruh tani) :
- Kelas 1 mempunyai 28 warga belajar, 13 diantaranya perempuan dan 15 laki-laki,
- Kelas 2 mempunyai 21 warga belajar, 9 laki-laki dan 11 perempuan
- Kelas 3 mempunyai 36 warga belajar, 15 laki-laki dan 12 perempuan
- Sarana tempat belajar warga sederhana ( dangau alam) dan dengan 59 kursi, 3 papan tulis, (white board) dan beberapa sarana belajar diskusi alam (study garden)
- 3 ruang belajar, satu ruang computer/ internet, perpustakaan, laboratorium (life skill) sederhana
- Fasilitas Internet dengan 20 komputer, 10 mesin jahid dan obras, beberapa perangkat pertanian, perikanan dan peralatan kerajinan tangan serta peralatan kesenian lainnya.
- Buku-buku pelajaran dan buku penunjang lainnya
- Peralatan olah raga dan peralatan peribadatan
- Kolam tempat praktek pemijahan dan budi daya ikan lele, ikan nila, ikan hias, dan beberapa media untuk pengembangan ternak belut
- Lahan pertanian (organic) untuk tanaman hortikultura (polyback), lahan kebun salak untuk praktek dan media budidayanya
- Lahan dan tanaman obat (toga) sebagai bahan dasar pembuatan pestisida alami (agensi hayati) dan obat-obat tradisional (ramuan obat alternatif) yang bebas dari kimia sintetis dan racun kimia berbahaya.
- Tersedia 11 fasilitator local (pendidik) yang mampu menemani belajar warga menuju pendidikan yang aplikatif
- Waktu tambahan belajar warga (lifeskill), computer dan ketrampilan berbahasa serta sains
PENGELOLA DAN TUTORIAL
KEJAR PAKET B “QARYAH THAYYIBAH “
Pengelola
- Hj. Anjar Muthowali, S.Pd
- Rofi’i, SH
- Yongki Kwan
- Sujono, S.Ag
- Supriyono
- H. Mundiri Akrom, SH
Tutorial
- Drs. Mustofa
- Arif Burhan
- Nurul Fiqriyah, SP
- Ust. Ahmadi
- Fahrur Rozzi
- Paidi H.P
- Tri Mulyati